Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

Jump And Punch!

im ramon chairil adnan. gue lahir di jakarta pada tanggal 17 bulan july tahun 1990 tinggal di daerah jakarta selatan. akhirnya gue bisa blogging juga. hehe maksud gue sih gue akhirnya bisa menumpah ide di blog gue ini dan segala uneg uneg gue akan gue keluarin disini. hehe jadi disini gue bisa menumpahkan semuanya. jadi tunggu apa lagi :) stay and enjoy my blog Photobucket

Selasa, 16 Juni 2009

Azan Rusia, Imam Masjid Terancam Kurungan

Jaksa di Kantor wilayah Astrakhan mendenda Masjid Astrakhan atas tuduhan gangguan umum perdamaian dan ketenangan.

Kantor Jaksa Regional melaporkan ke Interfax bahwa Masjid yang terletak di pasar Bolshiye Isady dianggap mengganggu ketenangan masyarakat karena menyiarkan adzan pada jam 4 pagi.

Layanan Pengendalian Kesehatan dan Perlindungan Hak Konsumen Federal Rusia berasumsi bahwa suara yang dikeluarkan melebihi level suara yang dapat diterima.

Kantor Jaksa memulai proses administrasi terhadap Masjid dan Imamnya yang diselenggarakan untuk mengenakan denda terhadap kepala Masjid dan mewajibkannya untuk mematuhi peraturan kebisingan.

Sementara di Inggris, sebuah Masjid Baru dibangun di bekas pabrik tembikar, walaupun ada peringatan bahwa adzan mungkin akan menyinggung tetangga non-muslim.

Tempat ibadah baru tersebut akan menggantikan Masjid Noor Ghelani yang dibangun di Denton's Work di Chaplin Road, Normacot.

Rencana ini telah disetujui oleh komite pengembangan kontrol Dewan Kota Stoke-on-Trent kemarin dengan memenangkan jumlah suara delapan dari dua, dengan dua abstain.

Namun tujuan komite Masjid untuk menyiarkan adzan setiap Jumat dan selama hari besar ditentang oleh majelis BNP, Phillip Sandland, yang memberi peringatan hal itu bisa mengakibatkan pertentangan dengan tetangga non-muslim.

Sebagai bagian dari syarat perencanaan setiap Adzan harus berlangsung tidak lebih dari dua menit dan hanya boleh di menggunakan pengeras suara di antara jam 7:30 pagi dan 8 malam.

Mr Sandland mengatakan kepada panitia: "Saya senang melihat rumah Allah dibangun, apakah itu Kristen, Muslim, atau apapun.”

"Tetapi akan ada orang yang merasa terganggu oleh Adzan ini dan untuk saat ini adzan tidak diperbolehkan disiarkan."

Ketua panitia, penasihat Mike Barnes, bertanya: "Apakah akan diambil keputusan yang sama ketika lonceng di Lord Mayer dibunyikan?"

Tetapi Mr Sandland membalas: "Sangat berbeda seperti yang Anda tahu, hal itu (lonceng) tidak memprovokasi tetangga Anda, tidak seperti halnya adzan."

Sementara di Maroko, meningkatnya tingkat desibel memperdalam garis pemisah antara keinginan pemerintah berkendara untuk modernisasi dan gelombang ketat politik Islam.

Adzan oleh Muadzin bergema dengan baik sebelum fajar, memanggil umat Muslim yang setia untuk melaksanakan Sholat dan mengingatkan wisatawan mancanegara di Maroko seberapa jauh dari rumah mereka.

Maroko, sebuah negara dengan 33 juta orang, mendapat lebih dari 7 juta wisatawan setahun. Dan ada beberapa kekhawatiran yang mungkin akan keberatan dengan lima kali adzan yang diperkeras dalam sehari untuk "lekaslah sholat, lekaslah sholat."

Umat Muslim menuduh pihak berwenang mengompromikan agama untuk kesenangan hati orang barat dan elit negara yang liberal.

Ketegangan terjadi di negara yang dianggap moderat mengenai hal-hal keagamaan dan merupakan sekutu Amerika Serikat tersebut.

Maroko telah akhir-akhir ini telah diguncang oleh dua kasus di mana pemerintah, atau warga barat yang kaya, dituduh telah merencanakan untuk memaksa menurunkan volume terhadap muadzin yang sedang menyiarkan adzan.

Nouzha Skalli, menteri untuk urusan keluarga dan sosial, dituduh mencari undang-undang untuk menurunkan volume suara Muadzin dalam zona wisata. Sebuah surat kabar menanyakan pada Skalli, seorang feminis dan mantan Komunis, mencoba untuk mengekang dan memaksakan sekulerisme kepada masyarakat Muslim.

Namun ia tidak akan mengatakan apa yang ingin dia diusulkan, karena hal itu terjadi pada rapat pintu tertutup Kabinet.

Skali melihat tugasnya untuk mempromosikan hak-hak perempuan sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas di antara dua model masyarakat: salah satunya "modernitas, kesetaraan dan keterbukaan" versus "penutupan dan keterbelakangan." Dia menyatakan "karena saya seorang perempuan dan karena saya mewakili kemodernan."

Awal tahun lalu Laforet Annie, seorang wanita Perancis, disalahkan atas penutupan dari sebuah Masjid di samping rumah mewah yang ia jalankan di kota tua, atau Madinah. Pihak yang berwenang mendukung penyangkalan Laforet dan kemudian membuka kembali Masjid, yang mana dari adzan berkumandang setiap pagi sekitar 4:30, dan kemudian kembali berkumandang satu jam kemudian.

"Memang sedikit keras, tapi tidak masalah," ujar Laforet. "Turis tahu bahwa itu adalah bagian dari kehidupan di Madinah."

Islam adalah agama negara di Maroko dan raja adalah "Komandan dari orang-orang yang beriman." Negara melatih dan menunjuk semua imam, tetapi cenderung menghindari mendikte standar perilaku masyarakat.

Miloud al-Atifi adalah imam yang berfungsi sebagai muadzin di Masjid kecil di Sale, sebuah daerah pedesaan Rabat.

"Sholat membersihkan jiwa, sangat mendasar," paparnya, “namun pengeras suara merupakan bantuan teknis yang dapat dipelankan jika, misalnya, mereka dekat dengan rumah sakit.”

apakah ini kehidupan didunia yang normal?? atau ini awal dari KIAMAT?

2 komentar:

byan dave mengatakan...

wah parah nih . gak bisa kaya gitu dong seharus nya . saya sebagai agama muslim tidak menstujui dengan ada nya kekangan itu . kya nya di negara² lain santai aja deh . trus di negara gue ada agama lain yg mnurut gue sangat menggangu tapi gue gak pernah complent .

Louder Than Thunder mengatakan...

betul tuh :) thx ya byan atas comment nya. memang gak ada yang punya emansipasi antar agama. selalu di jadikan kemelut antar agama. pantas aja yahudi di kecam banget di mata dunia.

Posting Komentar